Prosedur

Klinik aborsi diberikan batasan yaitu suatu bagian yang menyeluruh lengkap kepada masyarakat baik kurative maupun rehabilitative dimana outpun layanannya menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan, klinik aborsi juga merupakan pusat aborsi atau kuret di Jakarta.​

Fungsi klinik aborsi meliputi promotive (tingkatan kesehatan), prefentif (pencegahan penyakit), Kuratif (penyembuhan penyakit), Rehabilitatif (Pemulihan penyakit), serta Pencegahan penggunaan Obat Aborsi.

Pendaftaran Di Klinik Aborsi Jakarta

Setiap pasien yang datang ke Klinik Aborsi Jakarta pada awalnya harus mendaftarkan diri dulu di meja pendaftaran. Yang kami butuhkan disini data diri pasien seperti nama, umur dan alamat pasien. Ini kami perlukan untuk mencantumkan nama pasien di kartu berobat yang akan dibutuhkan seminggu kemudian pada waktu kontrol berikutnya setelah pasca tindakan aborsi. Pada pendaftaran ini dikenakan biaya Rp. 200 ribu sebagai biaya periksa, konsultasi dan sudah termasuk uang USG.

Analisis Prosedur Di Klinik Aborsi Raden Saleh Sebagai Berikut :

Setiap Pasien yang datang ke klinik aborsi raden saleh, pada awalnya harus mendaftarkan diri terlebih dahulu mengenai data diri pasien seperti Nama, Umur, dan Alamat Pasien. Informasi tersebut kami perlu untuk mencantumkan nama pasien di kartu kontrol yang akan dibutuhkan seminggu kemudian pada waktu kontrol berikutnya. Setelah pasca tindakan yang harus dilakukan Kuret atau jika memang harus Aborsi.

Periksa Kehamilan

Kami wajib memeriksa terlebih dahulu sebelum tindakan Aborsi atau Kuret dilakukan, Pemeriksaan tersebut adalah melalui USG maupun dengan cara anamnese (konsultasi) dan pemeriksaan keadaan umur si pasien. Dari pemeriksaan ini kami bisa mengetahui berapa besar usia kehamilan, apakah ada kista dalam rahim ?, apakah sebelumnya pernah operasi caisar ?, dan sudah berapa lama setelah pasca caesar ?, apakah sebelumnya sudah mengkonsumsi jamu peluntur yang berlebihan ataupun adanya keluhan lain yang berhubungan dengan kandungan ?.​

Pelaksaan Tindakan Aborsi Pasien

Sebelum dilakukan tindakan aborsi maka pasien dibawa masuk ke ruangan tindakan yang sudah disiapkan. Di ruangan ini akan kami berikan suntikan anestesi/bius lokal ataupun bius total. Lalu kemudian kami lakukan aborsi/kuret dengan cara penyedotan melalui suction (alat sedot dengan selang karet dan canula diujungnya). Canula ini berupa sedotan/pipet yang terbuat dari karet yang dimasukkan ke mulut rahim kemudian disedot isi rahim tersebut dan dialirkan melalui selang tadi. Teknik ini benar-benar teknik aborsi aman dan sangat praktis dan efektif karena tidak menyebabkan pendarahan dan tidak ada robekan di mulut rahim atau dalam vagina. Dan waktu tindakan aborsi yang dibutuhkan juga sangat singkat yaitu kurang lebih 10-15 menit sudah selesai tindakan.

Ruang istirahat Klinik Aborsi Raden Saleh

Seteleh selesai tindakan aborsi maka pasien akan dipindahkan ke ruang istirahat. dan kami adakan observasi dan memberikan obat penghilang rasa mules pasca aborsi jika ada sambil menunggu kondisi pasien pulih dan stabil. Disini hanya membutuhkan waktu 10 – 15 menit bahkan ada yang masih 5 menit sudah minta pulang. Jika kondisi pasien sudah baik maka sudah bisa diperbolehkan pulang.

Larangan atau pantangan pasca aborsi Sebagai berikut :

1. Beraktivitas terlalu berat
Salah satu pantangan pasca kuret tentu saja terkait dengan aktivitas fisik Anda. Dokter kandungan tentu saja akan menyarankan agar menghindari melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat.
Makan sembarangan
Dokter memang tidak akan melarang Anda menyantap jenis makanan tertentu. Namun, pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi, seimbang, dan mengurangi makanan berminyak serta makanan berlemak.
Jangan lupa minum air putih yang cukup, dan penuhi kebutuhan gizi dengan mengonsumsi sayuran hijau, buah-buahan.

2. Berhubungan seks terlalu cepat
Bagi Anda yang baru saja mengalami keguguran, salah satu hal yang perlu dihindari adalah melakukan hubungan seksual selama sebulan atau setidaknya 14 hari setelah kuret.
Biasanya dokter akan menyarankan sampai perdarahan berhenti. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam rahim yang dapat menyebabkan infeksi. Dan tentu saja bertujuan untuk menjaga rahim dalam kondisi sehat.
karena bila hal ini dilanggar akan bisa menyebabkan pendarahan karena terjadinya kontraksi rahim ketika terjadi rangsangan.

3. Membersihkan area vagina secara berlebihan
Salah satu pantangan yang perlu diperhatikan setelah pasca aborsi adalah hindari memasukkan apapun ke dalam area vagina. Termasuk juga tidak boleh membersihkan organ intim menggunakan cairan pembersih vagina atau douche.

4. Terburu-buru untuk hamil lagi
Hampir semua pasangan suami istri tentu saja menginginkan untuk memiliki anak, namun setelah mengalami keguguran dan dikuret dianjurkan agar menunda kehamilan lebih dulu. Setidaknya kurang lebih 3 bulan.
Tujuab ini untuk memastikan organ reproduksi sehat, kembali ke bentuk semula. Selain itu tentu saja diperlukan kesiapan fisik dan emosi untuk hamil lagi.

Demikianlah prosedur aborsi yang kami Berikan di Klinik Aborsi Raden Saleh ini dan jika masih ada yang hendak ditanyakan jangan enggan ataupun sungkan untuk menghubungi kami, karena semua privasi dan kondisi pasti akan kami jaga. Kami akan selalu dengan senang hati menjawab semua pertanyaan anda.

Need Help? Chat with us